the shihan pages

When Karate is the Way of Life

Suara Shihan Agustus 2007

Awal Agustus 2007 , sempai Darmawan Utomo menyempatkan diri ditengah-tengah kesibukannya untuk menemui saya di Semarang membicarakan perkembangan perguruan kedepan . Menurut pandangannya, dojo di Batu sebaiknya dimanfaatkan untuk melatih kader-kader Pelatih dari setiap daerah . Jadi setiap daerah yang memiliki kader supaya dikirim ke dojo Batu untuk di bina lebih lanjut menjadi seorang Pelatih yang handal. Ide yang bagus , namun sulit di wujudkan apabila yang dimaksud adalah pembinaan dengan memakan waktu lama . Kalau hanya penataran dengan waktu maksimal seminggu, barangkali masih mungkin diwujudkan . Namun demikian, kita harus melihat apakah memang itu yang dikehendaki oleh daerah . Kalau ada peminat, tentu baik untuk ditindak lanjuti .

Saya pribadi melihat dojo Batu baik untuk dimanfaatkan sebagai ajang pertandingan kelompok putri, anak-anak dan dewasa , baik untuk kumite maupun untuk kata . Kalau acara ini rutin dilaksanakan, niscaya kita akan memiliki bibit-bibit bagus yang muncul dari pertandingan kelompok anak-anak serta jurus-jurus karate yang terkandung dalam Kata akan semakin dihayati dengan baik .Yang senior tidak merasa tersingkir dan yang putri juga dapat mengembangkan diri .

Sedangkan acara Black Belt Course dapat dilaksanakan diwilayah lain secara bergilir atau dipusatkan di Jakarta . Para warga senior yang sudah memutuskan untuk tidak bertindak selaku atlet lagi, saya ajak untuk bertindak selaku Pelatih/Pembina untuk mencetak atlet-atlet baru yang muda usia . Dunia terus berputar, yang didepan akhirnya harus mundur kebelakang dan yang baru-baru akan bermunculan dibarisan depan . Segala kemampuan dan pengalaman yang dimiliki dapat diturunkan kepada yuniornya . Kalau kalian dapat berbuat demikian, kamu pasti akan dikenang , dihormati oleh para yunior, para kohai . Perguruan memang tidak bisa memaksa ; ini harus tumbuh dari orang-orang yang mau mendedikasikan dirinya kepada kelangsungan hidup kyokushin karate .

16-18 November 07: kita akan mengikuti 9th WOKT di Tokyo. Sempai Augustianto dan Sensei Mario Christi dipilih untuk mewakili Indonesia. Sensei Anthony dan Sempai Jesse Chandra kali ini tidak sebagai atlet melainkan sebagai Coach dan Ass.Coach . Kecewa ??? Pasti ada yang kecewa karena perguruan harus memilih dengan jatah yang terbatas . Dalam kehidupan selalu ada rasa senang, kecewa , sedih, silih berganti . Kita harus senantiasa siap menghadapinya . Apabila memperoleh kesenangan, tidak perlu terlalu diluapkan ; begitu juga apabila merasa kecewa atau menghadapi kesedihan, jangan membiarkan diri hanyut didalam nya . Kemampuan untuk mengontrol diri agar tetap tampil seimbang ,itu yang diperlukan bagi mereka yang mengikuti Jalan Budo Karate . Semoga kalian selalu mampu mempertahankan diri apabila ada badai yang datang menghampiri dirinya .

Bagi para Pengurus dan Pelatih, jangan cuma melatih dan mengurus administrasi . Ciptakan acara di cabang atau wilayahnya, supaya ada kejelasan bagi para warga apa yang harus dipersiapkan untuk meraih prestasi tingkat lebih tinggi sebelum mereka akhirnya akan berlaga di tingkat nasional . Kemajuan Kyokushin sangat tergantung pada kreatifitas para pengurus dan pelatih . Singkirkan ego nya dan pikirkan gairah para anggota, khususnya yang masih baru-baru .

September 4, 2007 - Posted by jbsujoto | Warta, tulisan shihan | | No Comments Yet

No comments yet.

Leave a comment