Suara Shihan Agustus 2007
Takut Gagal
Ternyata dalam kehidupan ini terdapat banyak orang yang begitu takut akan kegagalan sehingga banyak orangtua begitu sibuk mengatur anak-anaknya agar memperoleh sekolah favorit, les tambahan, dan penuh kegiatan yang lain agar kelak memperoleh gelar yang tinggi dan mendapat jaminan pekerjaan . Begitu anak gagal bersaing , ada yang tidak tahan dan bunuh diri. Dalam kehidupan ini , anak-anak sebetulnya sangat perlu dibekali keteguhan hati didalam melakukan apa saja agar tidak mudah frustrasi .
Pantang menyerah , berani mengambil resiko, tahan terhadap tekanan , kuat menerima kenyataan sebelum mencapai yang terbaik bagi dirinya . Sikap mental yang gigih inilah yang ingin dibagikan pada generasi muda melalui Jalan Kyokushin Karate . Entah sudah berapa banyak orang yang diselamatkan oleh Sosai semasa hidupnya sehingga mereka tidak gugur ditengah jalan dan dapat tampil sebagai figur yang memiliki kepribadian kuat selain tangguh . Saya ingin mengajak seluruh Pengurus dan Pelatih agar memperhatikan warganya supaya dapat bertahan dan menjadi seorang Kyokushin yang memiliki jiwa yang kuat serta badan yang sehat .
Keteguhan Hati
Kalau benar, biar dihina, dikritik pedas, dicaci maki, hati tetap teguh , tidak terpengaruh pendapat orang lain , tidak mudah terombang ambing ,konsisten dengan pemikirannya .
Ada seorang rahib yang tinggal dipinggiran sebuah kampung . Suatu hari ada seorang gadis kampung yang hamil , hasil dari hubungan dengan teman lelakinya . Untuk menutupi aib dan melindungi sang pacar, dia menuduh telah dihamili oleh rahib tsb . Seluruh penduduk kampung mengutuk dan mencaci maki serta mengusirnya . Si rahib tidak membantah dan kembali ke biara menjalankan kehidupannya . Selang beberapa bulan, gadis kampung itu melahirkan . Sekali lagi orang-orang kampung itu menemui si rahib untuk meminta pertanggungan jawabnya untuk memelihara bayi tsb. Sang rahib tidak membantah , dan sambil menggendong bayi tadi, dia kembali masuk kedalam biara . Setahun berlalu, ibu dari bayi tadi mulai menyesal , merasa sangat bersalah dan malu telah memfitnah orang tak berdosa dan juga terdorong oleh rasa rindu terhadap anak yang dilahirkan. Kemudian dia menceritakan kejadian yang sesungguhnya kepada kedua orang tuanya . Orang-orang kampung itu merasa sangat malu karena percaya begitu saja tanpa menyelidiki kejadian yang sebenarnya dan sekali lagi mereka beramai-ramai menemui si rahib untuk minta maaf . Sang rahib tidak mengatakan apa-apa dan mengembalikan bayi itu kepada ibunya .
Disini ingin kita tekankan, apabila kamu benar, tidak ada yang perlu ditakutkan walaupun fitnahan, caci makian , ancaman datang menghampiri .
Sosai pernah menyebutkan, kalau tidak ada hal yang dapat memalukan, tidak berbuat sesuatu yang salah, tidak takut akan kematian, maka kamu akan menjadi orang yang sangat tegar , wibawamu akan terpancar keluar , musuhmu akan berpikir panjang menghadapimu .
Jadilah diri sendiri
Setiap orang memiliki talenta sendiri-sendiri ; Jangan iri dengan orang lain ; Jika kamu tidak bisa menjadi pohon meranti di puncak bukit, Jadilah semak belukar yang rimbun dan anggun disisi bukit . Jika tidak bisa menjadi semak belukar yang rimbun, jadilah rumput hijau yang menghampar dilembah . Jika tidak bisa menjadi nahkoda kapal , jadilah anak buah yang handal . Jika tidak bisa menjadi seorang juara, jadilah lawan yang disegani. Jika tidak bisa melakukan Kumite dengan baik, jadilah seorang yang dikagumi dalam melakukan Kata . Jika kamu tidak bisa menjadi seorang Pelatih, jadilah seorang Pengurus yang disegani dan dihormati sertai dicintai warga .
Kalau masing-masing memainkan perannya dengan baik, saya rasa kedamaian ada diantara kita .
Apa yang disemai, itulah yang dituai .Tidak ada tuaian kalau tidak disemai . Jadi jangan berharap mau menuai kalau kita tidak pernah menyemai .
Ada aksi pasti ada reaksi . Hasil muncul kalau ada penyebab
Orang kuatir terhadap hasil tetapi tidak memperhatikan penyebab atau benih .Hasil akan datang sendiri kalau kita pusatkan pada benih . Bagaimana kita mengharapkan sehat kalau kita malas menjaga penyebabnya, pola makan, pola hidupnya . Setiap kali timbul sakit, kita hanya memberi obat anti sakit, tetapi tidak mencari penyebab sakit. Sempai Ade teliti dalam menjaga penyebab, maka kita dapat melihat hasil yang diperoleh . Sekarang kita melihat beberapa Pelatih mulai berpaling pada benih kader-kader yaitu anak-anak sekolah, maka hasil yang akan dituai nanti pasti bisa diharapkan . Mau menjadi seorang juara , semai benih-benih dulu dengan kedisiplinan yang tinggi dalam melaksanakan program latihan bagi dirinya , dikemudian hari kita baru dapat menyaksikan kehadiran para juara-juara baru .
No comments yet.